Manusia Terbuang



Aku tak tau dari mana dia memulainya..
Perasaanku begitu tersiksa kerananya..
Percayaku langsung hancur seketika..
Sangkaku tak lagi baik kepadanya..

Tetes mataku tlah lama tak mengalir..
Memenuhi semua tuntutan yang tak kunjung cair..
Yang aku ingin semua bagai bendungan air..
Yang akan menguap-uap tanpa akhir..
Entahlah..

Hatiku tersayat,jemariku mendekap..
Mendengar nyamannya bathin yang terperangkap..
Oleh semua kata-kata yang tak terungkap..
Dan aku tak tau harus kemana aku mengharap..


Mataku menatap, meratap..
Kebahagiaan ini begitu jauh untuk hanya sekedar kuharap..
Aku tak sanggup jika hidup penuh dengan tengap..
Semua mata tajam menusukku saat kutatap..

Aku tak mau menjadi begini, menjadi seseorang yang tak tau diri, yang tak tau arah kemana akan membawa hati dan jiwa ini, semuanya begitu menyakitkan saat mata ini memandangi, dan aku tak sanggup untuk membangun jiwaku kembali.

Aku hanya seorang insan, aku hanya butuh perhatian, dan aku juga punya perasaan, betapa sulit hidup yang aku jalani, menjadi manusia terbuang yang penuh dengan caci maki.

Live in Love
Membiarkan hidup mengalir bagai air,
berpegang pada hati,
dan berjalan dengan cinta.

6 comments:

  1. weh, sapa tu yang mencaci-maki tanpa sebab??
    jauh lebih mudah mencaci daripada dicaci. dan tidak semua orang bisa bertahan terhadap caci maki. so, ikuti kebenaran di hati mb, tetaplah menjadi seorang inuel, dan jangan menjadi orang lain.
    (ini puisinya gitu, jadinya comment-nya serius..uhfff)

    ReplyDelete
  2. kita harus tau akan diri kita
    keep smile

    ReplyDelete
  3. jangan menganggap diri kita tak punya arti. Orang pertama yang menilai diri kita adalah diri kita sendiri. Jadi, nilai diri kita dengan sebaik-baiknya :D

    salam kenal

    ReplyDelete
  4. xixixi...
    sak aken yow....
    semangat nuh... :D

    ReplyDelete