Ini Aku, Bukan Kamu



Ambillah apa yang kau ingin kau ambil
Semaumu..
Sesuka hatimu..
Dan sekenamu..

Mungkin aku masih terlalu bodoh..
Aku selalu begini...
Ingin tau, Dan aku tak ingin ragu...
Ingin mengerti tanpa sebuah teka-teki...
Dan ingin bisa, tapi bukan begini caranya...

Harusnya engkau bisa tau semuanya...
Ini aku, bukan Kamu...
Ini caraku, bukan caramu...
Ini kehidupanku, bukan kehidupanmu...
Ketahuilah itu...
Ketahuilah satu hal...
Aku ingin kau memahamiku...


Aku terlalu sering memohon...
Aku teramat kerap meminta...
Bahkan jika semua Kubanding-bandingkan..
Deraian air mataku tak kan sanggup kutampung...
Untaian kata ini tak sanggup mengartikannya...
Dan Langkah kakiku, tak kan mampu Menjangkaunya...

Pengertianmulah satu-satunya jalanku...
Jalan menuju kehidupanku...
Kehidupan yang penuh dengan cinta...

Live in Love
Membiarkan hidup mengalir bagai air,
berpegang pada hati,
dan berjalan dengan cinta.

18 comments:

  1. ini attayaya
    dengan domain barunya
    jiahahahaha....


    PENGUMUMAN

    telah terjadi perubahan alamat dari
    http://attayaya.blogspot.com
    menjadi
    http://www.attayaya.net

    JIKA memiliki link blogroll atau tukeran link, mohon bantuannya untuk merubah alamat tersebut ke alamat yang baru

    terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya.
    ATTAYAYA BELAJAR

    jiahahahaha... bahasanya resmi amat neh

    maaf komennya jadi ga nyambung

    ReplyDelete
  2. wah bang atta keliling tuh kasih penyampaian, eh iya akan banyak orang yang mau ngerti anda nuel, semoga

    ReplyDelete
  3. siapa bilang AKU itu kamu ??
    hohoo...

    ReplyDelete
  4. puisimu dibanding yg dulu dah jauh berbeda Noel (jauh lebih dewasa n bagus tentunya) btw jangan pernah meminta org lain tuk memahamimu...jika kamu belum mampu memahami dirimu sendiri dan orang lain :)

    ReplyDelete
  5. Janganlah kita menuruti keinginan-keinginan yang melantur setinggi langit. Gagasan atau keinginan yang bermuara pada penguasaan harta benda, kenikmatan dan jabatan duniawi. Jika kita mengumbar keinginan yang sejatinya memiliki nilai rendah, maka tak mungkin dapat menajamkan mata hati kita. Dan jangan harap menggunakan mata hati untuk menyikap perkara gaib. Oleh karena itu hakekat dunia tidak dapat di dekati dari luar, sebab pendekatan dari luar hanya memberi pengetahuan yang tampak saja, tidak memberi pengetahuan tentang hakekat dunia itu. Jikalau kita ingin tahu tentang hakekat yang sebenarnya dari dunia ini, kita harus memasuki diri kita sendiri.

    Dengan mengenal diri sendiri, seseorang akan sadar dan mengerti tentang kemampuan, karakter, potensi dan kekurangan yang dimiliki di bumi mana ia bertempat serta berdiam diri. Dengan pencapaian kesadaran itu pula, setiap individu yakin akan adanya kekuatan, kekuasaan Maha Besar yang berada jauh dibandingkan dengan dirinya.

    ReplyDelete
  6. ini anazkia, mau minta bantuannya. Tolong vote saya yah.. hihihi...

    ReplyDelete
  7. hhaa..betul.betul! harus percaya pada diri, dan berpegang pada kata hati. siip. maju terus mb!

    ReplyDelete
  8. Itulah Cinta, harus menyatukan "aku" dan "kamu" mau dibawa kemana ditengah jalan atau di penghulu!?

    ReplyDelete
  9. @ Om atta :: jiah, promosiiiii hahah, iia Om selamat ya www-nya :D
    @ Om munir :: hihihi, iia om makasih :D
    @ Bang Emo :: nga ada, aku ya aku, kamu ya kamu.
    @ Mas Aulawi :: kemajuan yah mas, hihihi
    @ Eyang :: makasih yang, pencerahannya :)
    @ Mba ana :: udah mba.
    @ Mas Hendri :: ngga pake belok yah :D
    @ Nuansa :: kemana yaaaaaaaa..... !?

    ReplyDelete
  10. ku hanya ingin ambil hatimu,,,

    dengan Cintaku,,,

    ReplyDelete
  11. wew....
    banyak ice sreamnya disini....
    hehehehe :D
    lam kenal iah ^__*

    ReplyDelete
  12. karena udah dikasi ijin, kalo gitu Kang Sugeng mau ngambil hatimu aja deh, hahahaha...

    ReplyDelete
  13. Teman baru nih...salam kenal, jago puisi ? sippp...

    ReplyDelete
  14. yah..! begitulah aku.. hidup dengan apa danya..
    wekekek...

    ReplyDelete
  15. wah ini efek dari cinta berkepanjangan kah? hehe

    ReplyDelete
  16. marilah saling mengerti
    hilangkan ego

    ReplyDelete