Antara Tetes Hujan Dan Sinar Matahari



Antara Tetes Hujan dan Sinar matahari...
Orang selalu menghindar ketika hujan datang...
Berlari secepat mungkin untuk jauh darinya...
Tetesan air langit yang turun tanpa menunggu persetujuanmu...
Yang lama-lama menjadi sebuah kubangan air yang menghanyutkan...
Apa yang kau takutkan dari Hujan..?!

Antara Tetes Hujan dan Sinar matahari...
Seseorang berkata "kapan hujan itu tiba" ..?!
Menyiram kegersangan ini...
Menumbuhkan benih-benih yang tertabur...
Menciptakan kesejukan yang telah lama hilang...
Dan mungkin akan menjadi siraman bagi jiwa-jiwa yang tandus...
Menjadikan mereka subur dan bersemi...
Apa yang kau risaukan dari hujan...?!


Antara Tetes Hujan dan Sinar matahari...
Tapi tidak dengan matahari...
Setiap saat, setiap hari, dan selalu setiap waktu...
Tak ada yang bisa lari darinya...
Tak ada yang bersembunyi dari sinarnya...
Tak ada yang mampu menepis kehangatannya...
Apa bedanya tetesan Air hujan dan Sinar matahari...

Seolah bingung tanpa pegangan aku dibuatnya...
Disaat yang dinanti oleh mereka datang...
Mereka lari sejauh mungkin...
Disaat yang dinanti telah tiba...
Mereka seakan menolak "telah mengundangnya"...

Tapi...
Ngga' dengan matahari...
Tak seorangpun pernah menyadari kehadirannya...
Tak seorangpun pernah mau mengerti akan kedatangannya...
Tanpa diundang, tanpa di nanti...
Dia akan datang menemui...
Menyinari lembabnya hati yang mulai membusuk...
Mengeringkan kehidupan-kehidupan yang mulai "basah"...
Dan selalu menyinari serta menjaganya...
Seperti cinta yang tulus...
Tanpa diminta dan tanpa meminta...
Dan dia datang setiap hari...
Dalam Hatimu...

Live in Love
Membiarkan hidup mengalir bagai air,
berpegang pada hati,
dan berjalan dengan cinta.

18 comments:

  1. Izin mengamankan yang pertama dulu..
    Salam hangat selalu dengan puisi yang mantap.

    ReplyDelete
  2. keduax dulu ah...

    cinta yang sempurna....subhanallah

    ReplyDelete
  3. puisi yang indah, aku suka keduanya hujan dan matahari, dengan setia kutunggu munculnya pelangi!

    ReplyDelete
  4. wah kalo saya g bisa buat puisi ni..

    ReplyDelete
  5. hehehe..antara tetes hujan dan sinar matahari.. indah lho sob.. jadi pelangi

    ReplyDelete
  6. Pagi ini, aku baca puisi yg cantik-cantik...

    ReplyDelete
  7. tambah maut puisine rek, tapi adakah cinta yang tulus itu? :)

    ReplyDelete
  8. yang pasti ...... hujan bikin Tenggilis banjir .... hehehehe ....

    ReplyDelete
  9. yang pasti menikmati secangkir teh hangan di temani rintik hujan hmmmmmm mantaaaapppp...

    sayang medan jarang hujan neh kirim dunk...

    ReplyDelete
  10. nah inuel inuens ternyata jd bngung,,

    udah mau koleksi blog yaaa...

    ya deh keep spirit laaa..

    *antara tetes hujan dan matahari
    aku milih embun...

    ReplyDelete
  11. salam sobat
    wah cocok untuk bulan februari ini puisinya mba,,
    karena masih ada tetes air hujan..
    ok banget .

    ReplyDelete
  12. wuih.., puisinya keren...,

    antara tetes hujan dan matahari.., kayaknya bentar lagi muncul PELANGI deh.., hi hi hi..,

    ikutan follow yah..,

    ReplyDelete