Ego Terkutukku...

Indahmu menularkan semangat dalam jiwaku...
Katamu meramaikan setiap kesunyian yg melanda sudut hatiku...
Tatapanmu bagaikan nur yg menerangi seluruh otakku...
Inikan dirimu, yang maha memiliki hati hampaku...

Hitam bukanlah aku...
Putih, kelewat indah untuk jiwaku...
Merah jelas aku tak mau...
Inikah engkau yang memberiku Warna...
Menjadikan warna-warnamu sebuah pilihan yang sulit untuk kutau...


Kehilangan ini membuatku canggung...
Kehilangan ini membuatku menjadi seorang tuna...
Dan kehilangan ini pula yang membuatku bertindak bodoh...
Menuruti semua Ego terkutukku...
Menjadikanku semakin dan semakin terperosok dalam lembah kelam...
Dan dalam kesendirian ini...
Aku tengah menyesali segala kelakuanku...
Kelakuan yang membuat aku kehilangan dirimu...
Selamanya...

Oh Tuhan...
Andai saja Waktu dapat aku putar mundur...
Aku hanya akan meng-Cut saat itu...
Saat aku akan kehilangannya...
Kan aku rubah Skenario hidupku...
Tapi waktu adalah waktu...
Tak mau tau akan Deritaku...
Derita yang ku buat sendiri...
Diatas semua Egoku...

Sekarang...
Masa ini...
Aku akan Hidup...
Tak akan kuulang lagi kesalahan itu...
Kan kuingat masa itu sebagai jalanku...
Jalan menuju sebuah cinta tanpa ke-Egoisan..

Live in Love
Membiarkan hidup mengalir bagai air,
berpegang pada hati,
dan berjalan dengan cinta.

15 comments:

  1. Sungguh indah puisi yang dirimu buat.. Bagaikan air yang mengalir dirimu menulis puisi ini.. Embun jadi penasaran Puisi yang buat embun.. he:)

    ReplyDelete
  2. sayah suka dng pernyataan ini: Live in Love
    Membiarkan hidup mengalir bagai air,
    berpegang pada hati,
    dan berjalan dengan cinta.

    ReplyDelete
  3. puisine ttg cinta terus akhir2 ini, ada apa dgn cinta...hihihi

    ReplyDelete
  4. Aduh, aku ngeri...kok ada terkutuk2 gitu ya, hehe. Mengingatkanku pada sesuatu!
    naispum

    ReplyDelete
  5. neh blog kumpulan puisi yah nuel??

    ReplyDelete
  6. catatan penutupnya saya suka.
    Salam kenal, Inuel. Saya sudah follow

    ReplyDelete
  7. catatan penutupnya saya suka.
    Salam kenal, Inuel. Saya sudah follow

    ReplyDelete
  8. puisinya berat
    semoga makin bertambah kuat

    ReplyDelete
  9. Haiiii...makasih ya bila indah q menaarkan semangat di jiwamu hehehe puisimu awalnya berbunga2 tapi kok akhirnya nyebut kata kehilangan?aduuuhhhh.....knapa nih?kisah nyata ya?

    ReplyDelete
  10. makaciiiiiiii........udah jln2 k blog Q....bdw inul daratista tggl dkota mna??????kwkwkwkwk

    ReplyDelete
  11. blog baru ya mba? hehe.. salam kenal ya.

    ReplyDelete
  12. Salam ziarah untuk sahabaku.

    Manakala Allah memberikan kita karunia, Allah ingin kita menyadari kabaikanNya.
    Manakala Allah membuat kita kehilangan Allah ingin menunjukan kepada kita kekuasaanNya yang luar biasa.
    Allah menginginkan membuat kita paham bahwa Allah menampakan diriNya kepada kita dalam anugrahNya.

    Cerahkan hati dengan pancaran sinar Illahi
    Tebarkan kedamaian dengan cinta kasih dan kelembutan.
    Tetaplah berkarya mengisi kreatifistas dengan pancaran cahaya Illahi
    Karyamu tetap dinanti.......

    ReplyDelete
  13. puisinya bagus banget..
    dalem banget..
    salam kenal ya..

    ReplyDelete
  14. halo-halo...pa kabar nih?aq dah mampir dua kali loh......

    ReplyDelete