Aku Dan Waktuku



Waktu..
Kata yang sedikit kumengerti tapi banyak arti
Kata yang selalu ada dalam hidup ini..
Tapi sering melupakannya dari diriku..
Kata yang selalu menjadi topik hariku..
Tapi aku sering membuanganya sia-sia..
Dan waktu pula yang mengatur semua Emosi dalam jiwa...

Waktu..
Kemaren, sekarang, dan besok..
Detik, menit, dan jam..
Hari, minggu, bulan, serta tahun...
Sudahkah aku memanfaatkannya dengan sempurna..?!
Aku masih jauh dari itu semua..


Sekarang aku tau, waktuku tak banyak..
Berhitung mundur dari kehidupanku...
Tak akan berhenti oleh mauku..
Tak akan mau mengenal dan memahamiku...
Tak akan sudi mendengar rintihan-rintihan bodohku..
Dan diapun tak pernah peduli dengan keadaanku..
Berjalan, mengalir, tanpa sedetikpun untuk berhenti...
Lebih baikkah diriku dari kemarin...?!
Aku masih jauh dari itu..


Aku..
Aku ingin mencintai waktuku..
Seperti aku mencintai Tuhanku..
Hanya ada dia, cuma dia, dan hanya dia disana..
Tanpa ada yang mampu mengusiknya..

Aku..
Aku ingin mecintai waktuku..
Menyandingnya seperti darah di jantungku..
Seperti nafas di paru-paruku..
Dan meletakkannya di Nadiku..
Dan tak akan pernah lekang olehnya..


Kemarin adalah pengalamanku..
Hari ini adalah kehidupanku..
Dan besok adalah rencanaku..
Aku harus tau..
Dan aku harus mau..

Memikirkannya..
Merencanakannya..
Menjalaninya..
Sebaik, dan sehebat mungkin..
Karena waktu adalah kehidupan..
Dan kehidupan harus terus berjalan..

Live in Love
Membiarkan hidup mengalir bagai air,
berpegang pada hati,
dan berjalan dengan cinta.

19 comments:

  1. amin semoga engkau dapat lebih menghargai waktu :) nice poem :)

    ReplyDelete
  2. hidup dalam cinta pastinya dambaan setiap manusia...salam kenal ya

    ReplyDelete
  3. umh....tetep bingung dah mikir puisi.... :hammer:

    ReplyDelete
  4. Hebat ....

    waktu bagaikan pisau bermata dua
    Bisa menikam kejamnya dunia
    dan
    bisa juga menikam diri sendiri

    Bijak-bijaklah menggunakan sang waktu

    Demi masa ....
    Bukankah itu salah satu sumpahnya Sang Pencipta...

    ReplyDelete
  5. sepertinya ini rumah baru Inuel ya... wahhh sungguh luar biasa, hiasan tamanya sungguh luar baisa.

    apa ini rumah kumpulan puisi nich... ?
    ok
    . yang penting temukan dari kata persahabatan.

    Enjoy Aja,

    ReplyDelete
  6. Nul, sekarang dikau rajin nulis puisi yah...??? "Waktu ibarat pedang katanya, kalau gak pandai2, bisa menebas kepala sendiri" termasuk mbak, yang sering ketebas. :(

    ReplyDelete
  7. ya neh...
    kok rajin amat nulis puisi
    lagi jatuh cinta ya
    ayo terus teranglah

    ReplyDelete
  8. waktu pernah menyiksaku
    namun waktu pula lah obat bagiku

    weeh mb, spt komen dulu, ayo berani,supaya menular ke kita2..:D

    ReplyDelete
  9. sama cupu juga masih belajar ubntuk menghargai waktu :D

    ReplyDelete
  10. aku suka puisi-puisimu, berpuisilah terus...kalau bosan selingi dengan yang lain.....puisi yang ini...hebat!

    ReplyDelete
  11. dapat menghargai waktu udah dapt menghargai waktu belum ayo..........
    slam sobat

    ReplyDelete
  12. rasa gigit telah hilang karena manisnya lidah tak bertulang, yang lekang, yang usang, yang pudar, pecah darah tubuhku behamburan bagai jeroan nyamuk-nyamuk

    ReplyDelete
  13. bagus puisinya.... ajarin doonkk.. aku ga bisa nulis... hihihi

    ReplyDelete
  14. ayo mbikin puisi lagi
    dimulai dari huruf E

    ReplyDelete
  15. E... ternyata dirimu..
    E... dah datang aja..
    E... dari mana aja?
    E... udahlah...
    Hehe...
    Bukannya laman ini memang untuk puisi aja?

    ReplyDelete
  16. "bahkan kadang kita pun tak sadar bahwa kita telah diperbudak oleh waktu"

    *ini saya kutip dari sebuah novel tapi lupa judulnya ^^

    ReplyDelete
  17. Waktu...
    tak.....
    tik.....
    tuk.....,

    Tok..tok...tok...
    Waktuku tlah tiba.

    ReplyDelete
  18. Njawab tantangannya attayaya

    Ehmmmm...
    Engkau semburat kasih dalam kalbu,
    Engkau sebersit hangat dalam jiwa,
    Enyah kelam,
    Enyah pilu, itu dulu.

    Entahlah kini.
    Endus wangimupun aku tak mampu.

    ReplyDelete